BADAMI - Forum Bandung Smart City

Share Info Public
e-Remunerasi Kinerja

#Koordinasi #RencanaInduk/Masterplan #TIK #PerencanaanDanPenganggaran
user-img   Bandung Smartcity

Bandung Smartcity

Join: 28 Juni 2018 05:52
Post: 597

  |   438 0   |   06:28 27 Juni 2018

Selama ini banyak stigma negatif yang berkembang di masyarakat tentang kinerja ASN. Masyarakat menuntut pelayanan publik yang optimal dari pegawai. Selain tuntutan yang datang dari masyarakat, evaluasi juga dilakukan pada instansi pemerintahan dimana banyaknya kinerja pegawai yang buruk mengakibatkan lambannya kinerja pegawai.
Karena yang selama ini menjadi ukuran kinerja pegawai hanya sebatas absen kehadiran saja tidak mencakup kualitas pekerjaan atau hasil pekerjaan pegawai. Pekerjaan pegawai belum dapat diukur dan dinilai untuk kemudian dikonversikan kedalam tunjangan. Tidak hanya itu saja, masalah lainnya adalah tunjangan yang diberikan pada pegawai yang mempunyai kinerja rendah dan pegawai yang mempunyai kinerja tinggi sama menimbulkan ketidakadilan antar pegawai rajin dan pegawai malas. Pegawai tidak mempunyai target capaian yang harus dikerjakan. Pemberian honor tim juga tidak merata pada semua OPD.
OPD yang mempunyai sedikit kegiatan akan mendapatkan honor tim yang minim, sedangkan OPD yang kebanjiran kegiatan akan mendapatkan honor tim yang berlimpah. Sehingga ada ketidakadilan dan ketidakpastian akan kesejahteraan. Untuk itu dibutuhkan sebuah terobosan baru yang dapat mengukur kinerja secara akuntabel. Penilaian kinerja merupakan suatu upaya peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara yang berintegritas, melayani dan professional secara berkesinambungan.

Melalui penilaian kinerja berbasis elektronik ASN diharapkan mampu memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Penilaian kinerja berbasis elektronik dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel yang didasarkan pada perencanaan kinerja tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian, hasil dan manfaat yang dicapai serta perilaku ASN melalui penggunaan teknologi informasi dalam hal ini adalah elektronik remunerasi kinerja.

Sistem Elektronik Remunerasi Kinerja (E-RK) ialah suatu system penilaian kinerja yang dapat mengukur kinerja pegawai setiap bulan untuk dikonversikan kedalam tunjangan. Aplikasi E-RK diperlukan dalam rangka mengukur beban kerja pemangku jabatan setiap ASN di Lingkup Pemerintah Kota Bandung sebagai bentuk reward yang sebelumnya diberikan melalui Tunjangan Penhasilan Pegawai (TPP) yang diberlakukan sama untuk semua ASN.
Namun melalui aplikasi E-RK pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) diberikan berdasarkan pengukuran kinerja sesuai dengan nilai jabatan dan kelas jabatan setiap pemangku jabatan sehingga reward yang diberikan yaitu berupa Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 63 tahun 2011 tentang Pedoman Penataan Sistem Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri pasal 1 (b),bahwa tunjangan kinerja dalam pelaksanaan reformasi birokrasi menggunakan prinsip equal pay for equal work, pemberian besara tunjangan kinerja sesuai dengan harga jabatan dan pencapaian kinerja.

Penerapan E-RK juga menjadi salah satu instrument pendukung dalam mengukur beban kerja efektivitas jabatan, efektivitas unit, komposisi pegawai pada sebuah unit/OPD serta sebagai dasar perhitungan prestasi kerja dan pemberian tunjangan kinerja serta menjadi dasar dalam menerapkan kebijakan/pengambilan keputusan di bidang kepegawaian bagi pimpinan daerah. Aplikasi E-RK menuntut pegawai untuk meningkatkan kinerjanya serta menciptakan inovasi dan kreasi baru sesuai dengan jabatan yang dipangkunya untuk memenuhi norma waktu yang sudah distandarkan dengan merujuk kepada regulasi Pemerintah Pusat dan beberapa regulasi Pemerintah Daerah.

Status Saat Ini :
Sistem E-RK sudah berjalan kurang lebih selama 1 (satu) tahun di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung

Manfaat dan Inovasi :

  1. Kinerja pegawai lebih mudah diukur, kinerja pegawai diukur melalui system yang menghitung capaian menit kerja pegawai dan komponen lainnya yang mempengaruhi kinerja.
  2. Pembagian kerja dan tunjangan kinerja lebih adil, dimana pembagian kerja disesuaikan dengan nama jabatan dan kelas jabatan serta tunjangan yang diberikan berdasarkan kinerja pegawai.
  3. Pegawai memiliki target output pekerjaan yang jelas sesuai dengan sasaran kerja pegawai
  4. Pegawai jadi lebih termotivasi untuk bekerja karena pekerjaannya dapat diukur dan dihargai
  5. Penilaian kinerja terintegrasi dengan system, diantaranya SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) yang memuat basis data kepegawaian, SIAP (Sistem Informasi Absensi dan Presensi), SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Daerah)
  6. Dilaksanakan sesuai dengan perencanaan masing-masing perangkat daerah

Keunikan/Kreatifitas :

  1. Sistem E-RK dapat mengukur kinerja pegawai setiap bulan karean ada target-target yang harus dicapai oleh pegawai perharinya.
  2. Penilaian perilaku 360 derajat, penilaian perilaku dilakukan oleh atasan, bawahan, rekan kerja dan diri sendiri
  3. Sistem E-RK dapat mengukur beban kerja

Kemitraan :
Pihak lain yang berperan dalam pengembangan dan perawatan system E-Rk adalah :
- Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung sebagai pendukung server E-RK
- Velocite Technology sebagai konsultan IT system E-RK

Potensi Untuk Pengembangan Lebih Lanjut :

  1. Dapat mengukur beban kerja
  2. Sebagai pelaporan bagi tenaga kesehatan (dokter, bidang dll)
  3. Sebagai pelaporan tugas tambahan tenaga pendidikan
  4. Sistem yang dapat mengukur penyerapan anggaran berbanding lurus dengan output dan outcome

Strategi Menjaga Keberlangsungan :
Untuk menjaga keberlangsungan system E-RK sebagai alat untuk mengukur kinerja pegawai perlu adanya tim khusus untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap pelaksanaan penilaian kinerja melalui system E-RK dan tim IT yang dapat melakukan maintenance aplikasi.

Sumber Daya Yang Digunakan :
Sumber Daya yang digunakan dalam pelaksanaan system E-RK diantaranya :

  • Ada koneksi internet dan computer di kantor
  • Ada data center dan server yang menunjang (minimal 100 Mbps, CPU 8 core, RAM 8Gb, Hardisk 200 Gb da nada 2 server)

Aplikasi ini dibiayai dari APBD Kota Bandung yang diusulkan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan bekerjasama dengan Diskominfo dan digunakan oleh seluruh Perangkat Daerah.

 

                               

 

 



Belum terdapat komentar untuk thread ini.